Anggrek Kasut Hijau (Paphiopedilum javanicum) yang Langka

Posted on

Toko Bunga Tebet Terbaik – Anggrek Kasut Hijau (Paphiopedilum javanicum) kerap disebut terhitung sebagai Anggrek Paphiopedilum Jawa (Java Paphiopedilum). Anggrek spesies asli Indonesia yang terbatas hidup di Jawa, Bali, Flores, dan beberapa Sumatera ini merupakan keliru satu anggrek langka. Oleh IUCN Red List dikategorikan sebagai spesies Endangered (Terancam) dan Oleh CITES (bersama seluruh anggota genus Paphiopedilum) didaftar didalam Appendiks I.

Anggrek ini dikenal dengan nama Anggrek Kasut Hijau atau Paphiopedilum Jawa. Dalam bahasa Inggris biasa dinamai sebagai Java Paphiopedilum. Nama latin tumbuhan ini adalah Paphiopedilum javanicum (Reinw. ex Lindl.) Pfitzer yang punyai beberapa nama sinonim seperti Cordula javanica (Reinw. ex Lindl.) Rolfe; Cypripedium javanicumReinw. ex Lindl.; Cypripedium javanicum Reinw. ex Blume; Paphiopedilum javanicumvar. javanicum; Paphiopedilum javanicum f. nymphenburgianum (Roeth & O.Gruss) P.J.Cribb; dan Paphiopedilum javanicum var. nymphenburgianum Roeth & O.Gruss.

Penampilan type anggrek ini seperti kerabatnya dari anggota genus Paphiopedilum sp. Akarnya berupa akar serabut yang berupa gilik (bulat panjang) dan tumpul dengan warna coklat muda, punyai bulu-bulu halus. Batangnya gilik, terlalu pendek, beruas, dan anggota akar aerial tertutup upih daun.

Anggrek Kasut Hijau (Paphiopedilum javanicum). Gambar: commons.wikimedia.org

Daun Anggrek Kasut Hijau (Paphiopedilum javanicum) berupa lanset dengan permukaan anggota atas berwarna hijau muda dengan bercak hijau tua, sedang anggota bawah berwarna hijau mengkilat. Tulang daun sejajar, ujung daun menumpul, dan tepi daun rata.

Bunga punyai tangkai bunga berwarna cokelat tua sepanjang 25 cm. Sepal dorsal bunga (kelopak bunga anggota atas) bulat telur, berukuran 2,3 x 3,5 cm, berwarna cokelat tua dengan garis vertikal berwarna hijau tua, berujung tumpul, dengan permukaan mengkilat. Sepal lateral bunga (kelopak bunga anggota samping) berupa bulat telur, berwarna hijau, dengan pertulangan sejajar, dan ujung tumpul. Petal (mahkota bunga) anggrek berwarna hijau muda bercampur cokelat, dengan ujung tumpul, dan anggota tepinya berbintik-bintik cokelat. Labellum (bibir) berupa kantung sepanjang 2,4 cm, berwarna hijau bercampur cokelat, dengan kedalaman kantung kira-kira 2 cm.

Anggrek Kasut Hijau (Paphiopedilum javanicum) merupakan anggrek terestrial (tumbuh di tanah). Biasa ditemukan tumbuh di area berhumus di celah-celah pada batu-batu di area teduh, di kira-kira sungai, sampai tebing batu. Ditemukan hidup area berketinggian pada 900 – 2.100 mtr. dpl. Daerah sebaran tumbuhan endemik Indonesia ini meliputi Sumatera Barat, Jawa, Bali, dan Flores.

Anggrek endemik dan asli Indonesia ini jadi keliru satu anggrek langka di Indonesia. Populasinya diyakini udah menyusut secara vital didalam beberapa dekade terakhir dan beberapa sub-populasi udah hilang. Penurunan populasi ini diakibatkan oleh perburuan untuk diperdagangkan jadi tanaman hias baik di skala regional maupun internasional, serta karena kerusakan hutan dan habitat.

Karena populasinya yang langka dan terancam punah, IUCN Red List (Daftar Merah IUCN) memasukkan Anggrek Kasut Hijau (Paphiopedilum javanicum) sebagai spesies dengan standing konservasi Endangered (Terancam) sejak th. 1998. Sedangkan CITESpun memasukkannya (bersama seluruh anggota genus Paphiopedilum) didalam Appendiks I yang bermakna tidak boleh diperdagangkan secara Internasional. Sayangnya, meski langka dan udah terdaftar sebagai Apendiks I CITES dan spesies Endangered didalam Daftar Merah IUCN, Anggrek Kasut Hijau luput dari daftar anggrek yang dilindungi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *