Terapi Okupasi Cocok untuk ABK

Anda berkebutuhan khusus (ABK) kalau dilihat secara signifikan adalah anak yang mepunyai gangguan, baik emosi, fisik, mental, maupun sosial. Dalam proses pertumbuhannya, anak berkebutuhan khusus mengalami perlambatan jika dibandingkan dengan anak yang seusia dengannya.

erlinahappyplay.com

Sederhananya, anak berkebutuhan khusus adalah anak yang mengalami gangguan perkembangan, kesulitan dalam keterampilan, akademis, dan kemandirian. Anak berkebutuhan khusus adalah anak yang menderita down syndrome, attention deficit hyperactivity disorder (ADHD), autisme, sensory integration dyfunction, asperger’s syndrome, pervasive developmental disorder, kesulitan belajar, gangguan poses perilaku dan pendengaran, hingga keterlambatan berbicara. Melihat kebutuhan yang amat terbatas, seorang ABK memerlukan pendidikan khusus yang disesuaikan dengan kemampuan dan kapasitasnya. Atau, bisa dengan therapy anak ABK yang bisa membantu lebih mandiri. Sudah banyak terapi yang digunakan untuk mengasah motorik dan sensoriknya, seperti terapi Terapi Okupasi atau Occupational Therapu Games (OTG).

Terapi ini adalah terapi yang menekankan ke sensormotorik dan proses neurologi (saraf) dengan melengkapi, mengolah, dan memperlakukan lingkungan ABK sedemikian rupa supaya tercapai perbaikan, peningkatan, dan pemeliharaan kemampuan ABK. Nah, okupasi ini ialah terapi yang memberikan sistem untuk anak berkebutuhan khusus, berdasakran kebutuhan, jika ABK tersebut mempunyai masalah di motorik maupun sensoriknya.

Dengan memperhatikan keterbatasan dan kemampuan anak, terapi okupasi ini memiliki tujuan untuk membantu pertumbuhan anak supaya tercapai kemandirian dalam berkegiatan sehari-hari, hingga kemampuan menggunakan waktu luangnya. Toh, terapi ini tidak hanya untuk mengasah motorik dan sensoriknya saja, melainkan bagian kognitifnya supaya makin membaik. Terapi okupasi ini dikemas dengan bentuk permainan yang menarik dan digemari oleh ABK.

Hal tersebut dimaksudkan karena ABK kebanyakan mempunyai masalah keseimbangan. Maka, adanya permainan Balancing Ring dimaksudkan agar mereka bisa fokus ke depan dan melempar ring tersebut. Dengan permainan tersebut, maka anak akan terlatih konsentrasinya dan dapat mempertahankan posisi tubuh supaya tetap seimbang. Namun, ketika memainkan Balancing Ring sebaiknya ABK didampingi oleh tenaka profesional atau okupasi terapis. Soal kemajuan dari terapi in bergantung dengan berapa sering ABK melakukan terapi dan stimulan yang diberikan kepada ABK setiap mengikuti terapi.